5 Film Indonesia Romantis yang Harus Anda Tonton

Film-film produk negeri sendiri selama ini cuma berkisar di jenis yang mudah ditebak. Jika tidak sekitar drama percintaan ya horor. Dibanding dengan film horor domestik, film berjudul percintaan lebih laris manis ibarat gorengan sementara itu kita cuma akan menemui plot yang berkisar di situ-situ saja.

Walaupun demikian, tak semuanya film romantis produk anak bangsa jatuh di klise yang sama. Sejumlah film berjenis romantis ini terbilang masih oke untuk ditonton. Berikut 5 film Indonesia romantis yang harus Anda tonton.

Dilan 1990

Diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq, Dilan jadi sebuah fenomena tersendiri pada waktu rilisnya di tahun 2018. Pasti saja hadirnya bintang pendatang baru seperti Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla jadi salah sebuah aspek pendukung keberhasilan. Film ini mengambil tema percintaan ala anak muda tetapi di samping itu pula memasukkan banyak bumbu humor yang menjadikan kaum penontonnya terbahak.

Ada Apa Dengan Cinta (AADC)

AADC merupakan demam anak muda pada masanya. Tak cuma itu, film ini pun menandai awal mulanya kebangkitan film Indonesia. Sekali lagi, tampang cantik dann ganteng masih jadi rumus berhasil film berjenis ini. Rangga yang diperankan Nicholas Saputra dan Cinta yang diperankan oleh Dian Sastro jadi heartthrob secara praktis sesudah rilisnya. Tak cuma selalu percintaan, yang lebih ditonjolkan pula ialah tentang pertemanan, sedikit bumbu sentimen sosial-politik, plus kejutekan Rangga yang jadi sebuah daya tarik khusus. Salah satu imbas spesial dari film ini ialah kalau mulai dari rilisnya, buku puisi ‘Aku’ karya Chairil Anwar pun tiba-tiba meningkat pamor.

A Copy of Mind

Film berjenis romantis yang tak biasa. Untuk ukuran film Indonesia dapat dibilang ini merupakan film romantis yang cukup berkali-kali memperlihatkan adegan yang bakalan kerap disensor. Tetapi apalagi di bagian lain, secara kentara film ini pun menunjukkan realita kehidupan orang-orang bawah dan kejamnya Jakarta.

Janji Joni

Film ini digolongkan ke dalam jenis komedi romantis, walaupun faktor romantisnya cuma timbul beberapa menit saja, dapat dibilang 5 persen dari totalitas film, sisanya ialah dialog-dialog tentang film, dialog jenaka, aksi kejar-kejaran dan petualangan. Plotnya termasuk khusus, intinya film ini berkisah tentang pembawa rol film yang kena rangkaian kesialan dalam misinya (cuma lantaran seorang wanita). Tidak hanya alur ceritanya yang seru dan diisi oleh bintang-bintang gress, Janji Joni pun ikut melibatkan soundtrack ciamik.

2 Garis Biru

Film ini dengan bagus menggambarkan permasalahan aborsi dan seluruh konsekuensi yang mesti diemban tokoh utama. Dari awal penonton telah dihadapkan terhadap konflik yang mesti dilewati si tokohnya yang masih ‘anak-anak’. Dari keputusan mengguggurkan kandungan, menegaskan ke orang tua, bekerja mencari nafkah, menghapus harapan, perubahan tubuh, dan lain sebagainya. Tidak cuma romantisme sarat emosi, film ini memiliki kandungan konflik yang jelas, penyelesaian konfliknya masuk akal, lantaran mutu itu juga 2 Garis Biru dapat jadi film sex education yang sesungguhnya diperlukan oleh masyarakat kita.